KUMPULAN EBOOK GRATIS

cobaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Elektronika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elektronika. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Desember 2012

Merakit Pemancar dengan FM Modulator Mobil

Perlu kita ketahui untuk kita yg mengingikan pemancar fm dengan harga yg murah dengan teknologi pll yg bagus sangatlah tidak mungkin terutama bagi kita yg berada di radio komunitas atau yg hobyy brocasting...
biasanya diperlukan biaya 400-600 rb untuk pembelian pll exciter..
OK kali ini saya akan berbagi ilmu untuk temen2 cara hemat atau cara termurah buat exciter pemancar fm 1watt berikutini alat2 yg perlu kita siapkan:
1.Pcb polos
2.fm modulator mobile
3.transistor driver
4.transistor final 2sc1970
5.timah+solder
berikut pic


Merakit Pemancar dengan FM Modulator Mobil

dan ini pic modulator fm mobile
Merakit Pemancar dengan FM Modulator Mobil

ini hasilnya ...rangkaiannya belum sempet gambar


Merakit Pemancar dengan FM Modulator Mobil



Merakit Pemancar dengan FM Modulator Mobil



Merakit Pemancar dengan FM Modulator Mobil

Merakit Pemancar dengan FM Modulator Mobil

Senin, 23 April 2012

Ukuran dan Bentuk Box Speaker

Untuk menghasilkan suara yang enak untuk di dengar sebuah speaker harus di taruh di sebuah box/kotak,selain tampilan agar manis box yang sesuai dengan ukuran speaker dapat menghasilkan suara yang bagus/enak untuk di dengar.

Berikut beberapa bentuk dan ukuran box speaker:


1.Box 15" double speaker


2.Box speaker subwofer 18"



3.Box Speaker 15"




4.Box speaker model keong






Ukuran box




5.Box Subwofer







Sabtu, 14 April 2012

Membuat Antenna Omni-Directorial 14 dBi 2.4 GHz

Akhirnya antenna central buat rt/rw-net ku selesai. Omni-directional 14 dBi homebrew ini ternyata peformanya wow… banget. Maklum juga, harga untuk membuat antenna ini lumayan bikin kere 4 hari gara-gara isi kantong tipis. Terpaksa deh beli rokok pun harus ketengan. Upsss…. rahasia ya! Hehehe…. 
Oke bro, berikut bahan dan alat yang di perlukan serta biaya untuk membuat antenna ini :



  • N-Connector Female Chasis = 1 biji -> Rp. 32.000,- (dah naik. kemarin cuma Rp. 20.000,-)
  • Pipa tembaga kapiler AC 6 mm = 2 meter -> Rp. 30.000,-
  • Busa kapiler AC diameter = 1 biji -> Rp. 6.000,-
  • Kabel coaxial RG 6 U = 2 meter -> Rp. 7.000,-
  • Plat tembaga 2 mm = 30 cm * 10 cm -> Rp. 14.500,-
  • Pipa paralon 1 inch = 1 biji -> Rp. 27.500,-
  • Dop pipa paralon 1 inch = 2 biji -> Rp. 6.000,-
  • Pipe Cutter -> Rp. 25.000
  • Solder 200 watt -> Rp. 45.000,-
  • Timah = 1 roll (9 meter) -> Rp. 9.000,-
Kalau di total semuanya Rp. 202.000,-. Lumayan kan? Nah, untuk skema pembuatan silahkan lihat gambar berikut :
Skema pembuatan antenna omni-directorial 2.4 GHz - full
Skema pembuatan antenna omni-directorial 2.4 GHz - elemen
Skema pembuatan antenna omni-directorial 2.4 GHz - elemen bawah
Sebelum membuat antenna ini pastikan jika memotong atau membuat bagian-bagian antenna harus dengan ukuran yang sudah di tentukan alias “harus pas baget!”. Sebab banyak yang gagal dikarenakan kecerobohan saat mengukur dan memotong bagian-bagian antenna ini. Ok, gak usah banyak cin-chong, langsung aja cara membuat antenna omni ini :
  1. Potong 24 buah pipa kapiler AC dengan ukuran 4,7 cm menggunakan pipe cutter.
  2. Potong 24 buah kabel RG 6 U dengan ukuran 6,7 cm, kupas bagian luar kabel, dan lepaskan serabut groundnya.
  3. Kupas busa pelindung di ke 2 ujung tiap-tiap potongan kabel tersebut dengan ukuran 1 cm dari ujungnya dan masukkan ke dalam pipa kapiler AC yang telah di buat pada bagian pertama. Berarti sisa busa pelindung kabel adalah 4,7 cm (6,7 - 2).
  4. Potong 1 buah pipa kapiler AC dengan ukuran 7,8 cm menggunakan pipe cutter.
  5. Potong 1 buah kabel RG 6 U dengan ukuran 9,8 cm, kupas bagian luar kabel, dan lepaskan serabut groundnya.
  6. Kupas busa pelindung di ke 2 ujung potongan kabel tersebut dengan ukuran 1 cm dari ujungnya dan masukkan ke dalam pipa kapiler AC yang telah di buat pada bagian ke empat.
  7. Solder zig-zag ke 24 elemen menjadi satu bagian seperti gambar di atas.
  8. Potong plat tembaga 8 cm * 3 cm dan buat menjadi berbetuk selinder dengan diameter sekitar 1,6 cm kemudian solder sambungannya.
  9. Potong plat tembaga berbentuk bulat sesuai dengan diamenter lubang selinder tembaga di atas (8) kemudian solder seluruh sisinya agar menempel pada selinder plat tembaga lalu lubangi bagian tengahnya dengan ukuran sekitar 6 mm.
  10. Masukkan elemen terakhir kedalam selinder tembaga. Untuk ukurannya liahat pada gambar di atas lalu di solder.
  11. Solder N-Connector dengan ujung kawat tembaga elemen terakhir (7,8 cm).
  12. Buat plat tembaga untuk grounding kemudian soder ke ground N-Connector. Lihat gambar di atas.
  13. Rangkai semua menjadi satu lalu buat kabel stup dengan mengguakan kawat isi kabel RG 6 U. Lihat gambar di atas.
  14. Potong pipa paralon dan busa kapiler AC dengan panjang sesuai dengan rangkaian elemen yg sudah di buat lalu masukkan busa ke dalam pipa.
  15. masukkan rangkaian elemen antenna ke dalam busa kapiler AC yang ada di dalam pipa.
  16. Lubangi 1 dop pipa paralon untuk N-Connector, kunci dengan klem/baut, lalu pasang seluruh rangkaian antenna omni 14 dBi ini.
  17. Buat secangkir kopi, nikmati sebatang rokok dan tersenyumlah…. kamu telah memiliki antenna omni-directional 14 dBi buatan tangan kamu sendiri. Ahaxxx….. ;)
Tak lupa saya sempat ambil gambar beberapa step-by-step pembuatan antenna omni ini. Dan berikut beberapa gambar yang sempat saya foto :
Potongan elemen yang teleh di buat
Menyatukan bagian-bagian dari elemen dengan solder
Hasil dari menyatukan bagian-bagian elemen
Menyatukan elemet terakhir (bawah) yang telah dibuat
Hasil setelah menyatukan semua elemen
Memasukan elemen ke dalam pipa PVC paralon
Konektor
Finishing
Ngetest disambung dengan pigtail


Rabu, 11 April 2012

Pemancar FM 12 Watt Untuk ngebrik dan broadcash


Proyek ini adalah proyek masa lalu dijaman masih jadi kuliah tahun 94an yang suka ngoprek elektronik. Dari gaul di udara lewat pemancar FM akhirnya dapat skema pemancar FM 12 W dari teman on air (Juragane Mbako dari pwt yg suka Djarum 76), cukup simpel tapi dapat dipakai ngebrik sampai puluhan KM. Gambar skema lengkap versi protel Kebutuhan tegangan 12V/5A. Antena dapat memakai 1/2 dipole, ground plane, gamma match atau lainnya dengan kabel merek Belden impendans 50 ohm. Untuk pendingin transistor C1971 PCB dilubangi sehingga transistor langung di mounting ke box atau pendingin. Bodi transistor C1971 adalah emitor yang berhubungan dengan ground.

Dan inilah contoh setelah selesai :
Antena gamma match :
Antena gamma match merupakan antena 1/2 lamda dengan tambahan matching impedans yang lebih fleksibel pengaturannya (var kapasitor) dengan menggeser-geser lewat gamma match/roadnya. Jenis antena ini pernah saya rakit (th 1994) dan dipakai untuk pemancar FM dengan hasil bagus pada settingan impedans yang pas. Pengukuran SWR dapat stabil 1:1 cukup kecil. Sayang waktu itu belum ada dokumentasi fotonya Antena saya pasang vertikal hanya drivennya saja di dalam kamar setinggi 170 cm dengan kabel belden RG 58 dapat mencapai paling tidak -+5 Km (dari wirobrajan Gg. Gatotkoco sampai sekitar alun-alun kraton YK) apa lagi jika dipasang diluar rumah dan pada ketinggian cukup tinggi.
Gambar di bawah ini sekema Pemancar FM dengan tabung :
SKEMA PEMANCAR FM TRANSISTOR :
SKEMA PEMANCAR FM TRANSISTOR SEDERHANA JANGKAUAN JAUH
Untuk keterangan lebih lanjut bisa di lihat di http://guru.technosains.com/FM-Breaker.htm
BOSTER 50 WATT PEMACAR FM :
Skema Rangkaian :
Skema PCB Rangkaian Boster FM 50 Watt :
Daftar Komponen :
TR1 ………………. SC1971.
TR2 ………………. SC1964.
C1, 4 ……………… 8 pF ( kondensator trimmer batu ).
C2, 5 . ……………..10 pF ( Kondensator trimmer batu).
C7, 8 ……………….20 pF ( Kondensator trimmer batu).
C3, 6 ……………… 2200 mF/50 V.
L1, 4, 7 …………. Diameter kawat 2mm
Diameter inti udara 8mm .
Jumlah lilitan= 3 lilit.
L2, 5 …………… Diameter kawat 2mm
Diameter inti udara 8mm
Jumlah lilitan= 9 lilit .
R1, 2 …………….. 100 ohm / 2 watt.
L3, 6 …………….. Diameter kawat 0,4mm
*.Catatan : Untuk R1, 2 dan L3, 6 dililitkan bersama .
Cara merakitnya :
1. Kamu beli papan PCB polos di toko elektronik, lalu kamu lukis menggunakan spidol hitam hitam sesuai dengan gambar di atas kemudian rendam pada larutan feriClorida .Tunggu sampai
bagian yang tidak terkena spidol hilang .
1. Kamu beli papan PCB polos di toko elektronik, lalu kamu lukis menggunakan spidol hitam hitam sesuai dengan gambar di atas kemudian rendam pada larutan feriClorida .Tunggu sampai
bagian yang tidak terkena spidol hilang .
2. Setelah papan PCB sudah jadi, bersikan sisa tinta spidol dengan menggunakan kertas amplas halus kemudiaan libangilah pada bagian transistor( TR1, 2 ) membentuk kotak sesuai dengan bentuk transistor itu agar bisa menempel pada plat pendingin .
3. Pasanglah komponen-komponen pada tempatnya sesuai dengan gambar di atas, ingat kaki transistor jangan sampai terbalik .
4. Setelah semua komponen telah terpasang, sambungkan output dari pemancar 5 watt ke input Booster .
5. Di bagian output Booster, kamu pasang Dummy Load sebagai pengganti antena sekaligus untuk mengukur besaran daya keluaran dari Booster yang telah kamu rakit .
6. Sambungkan juga kabel tegangan DC 12V pada Booster, ingan jangan sampai terbalik kabel(+)
dan (-) nya .
7. Untuk mengoptimalkan daya keluaran pada booster, lakukan penyetelan dengan mentrim kondensator trimmer (C1, 2, 4, 5, 7, 8 ) dan merenggangkan Lilitan( L1, 4, 7 ) sampai kamu mendapat daya keluaran yang maksimal .
8. Bila Daya keluran Booster sudah maksimal, kamu bisa mencobanya dengan menyambungkan ke Antena Pemancar FM .
9. Untuk mengetahui kekuatan modulasi dan mengatur ketepatan antena, gunakan SWR Meter .
10. Untuk kabel antena gunakan kabel koaksial RG 58 atau RG 8 yang berimpedansi 50 ohm .
Sumber : http://rahmattehnik.blogspot.com/2010/06/cara-merakit-booster-pemancar-fm-50watt.html
Untuk membuat booster pemancar FM ini bisa kamu lihat juga di http://encepnurdinbogor.wordpress.com/2012/04/01/boster-2sc1971-dengan-driver-2sc2053/
PEMANCAR FM TANPA TRIMER :
PEMANCAR FM RONICA/SATURN (SUDAH BENTUK KIT DI PASARAN)
Modifikasi dari rangkaian Pemancar FM yang ada di pasaran (tipe S-083 dari Saturn). Rangkaian S-083 hanya menghasilkan daya kurang lebih 1 Watt. Dengan sedikit modifikasi, penyederhanaan dan penambahan booster akan didapatkan daya akhir 12 Watt. Rangkaian S-083 terdiri atas 3 bagian, yaknik bagian osilator, Penyangga tingkat pertama (Buffer 1) dan Penyangga tingkat kedua (buffer 2), lihat di Gambar 4 (Komponen yang diberi tanda * adalah bagian yang dimodifikasi )..
Setelah dicoba, osilator S-083 hasilnya cukup memuaskan, selain stabil osilator tersebut menghasilkan sinyal yang kuat. Karena itu bagian osilator dipakai tanpa modifikasi. Transistor di Tingkat penyangga pertama (Buffer 1) yang semula menggunakan C2053, diganti dengan transistor C930, tipe dengan harga yang jauh lebih murah dan mudah diperoleh dipasaran. Untuk keperluan itu nilai R6 diganti menjadi 10K, untuk memberi bias yang sesuai bagi transistor C930.
Kapasitor 33pF pada kaki kolektor transistor penyangga diganti dengan trimmer C8 bernilai 5-60pF untuk mempermudah penalaan. Transistor di Tingkat penyangga kedua (Buffer 2) yang semula C710 diganti pula dengan C930, dan kapastor pada kolektornya juga diganti dengan trimmer C11 bernilai 5-60 pF. Pada keluaran tingkat kedua diberi tambahan induktor dan kapasitor yang berfungsi sebagai penyesuai impedansi, sehingga Impedansi keluaran dari penyangga tingkat akhir yang kurang lebih 380 Ohm dirubah menjadi 50 Ohm.
Skema rangkaian Exciter
Saat merakit sebaiknya jangan tergesa-gesa dengan mengerjakan langsung secara keseluruhan, tapi kerjakan tiap bagian agar adanya kesalahan dapat diketahui lebih awal.
Bagian pertama yang dikerjakan adalah osilator, setelah selesai dirakit dapat langsung dicoba, dengan cara menyalakan radio FM pada gelombang yang kosong dan atur volume radio sehingga suara desis terdengar jelas (akan lebih mudah jika dipakai radio yang mempunyai indikator tuning). Putar inti dari koker (L1) kekanan sampai maksimal. (Dengan memutar koker kekanan frekuensi yang dihasilkan osilator makin rendah.) Ny
alakan pemancar FM, putar inti koker kekiri sampai desis pada radio FM hilang atau sampai indikator tuning menyala. Jika didapatkan sinyal yang kuat dan stabil, osilator dari pemancar ini telah bekerja dengan baik.
Bagian selanjutnya dapat mulai dirakit, setelah selesai dirakit, hubungkan rangkaian exciter (Gambar 4) seperti diagram Gambar 5. Nyalakan catu daya dan putar kedua trimmer (C8 dan C11) pada penyangga secara bergantian sampai didapatkan daya paling besar dan SWR paling kecil. Kalau rangkaian exciter bekerja dengan baik, akan didapatkan daya kurang lebih 0,25 Watt.
Sampai tahap ini exciter sudah siap pakai. Untuk mendapatkan daya yang lebih besar lagi dapat dapat ditambahkan rangkaian booster 12 Watt, sehingga akan jarak jangkauan pancaran meningkat sampai 7 kali lipat.
Skema rangkaian booster
Rangkaian booster 12 Watt pada Gambar 6, terdiri dari dua tingkat penguat transistor yang masing-masing bekerja pada kelas C, masomg-masing input dan output penguat transistor ini diberi rangkaian penyesuai impedansi.
Penguatan tingkat pertama memakai transistor C1970. Rangkaian Penguatan ini mempunyai penguatan daya 9,2dB (8 kali), sehingga dari exciter berdaya 0,25 W seharusnya bisa dihasilkan daya 2 W. Pada kenyataannya dari keluaran penguatan tingkat pertama ini hanya menghasilkan daya 1,75 Watt, hal ini disebabkan adanya kerugian dari rangkaian matching network.
Penguatan tingkat kedua memakai transistor C1971. Rangkaian Penguat ini mempunyai penguatan daya 10dB (10 kali). Sehingga daya dari tingkat pertama yang 1,75 W bisa diperkuat menjadi 17,5 W. Pada kenyataannya daya dari penguatan tin
gkat kedua hanya mencapai 12,5 Watt. Hal ini disebabkan adanya kerugian dari rangkaian matching network dan keterbatasan dari transistor C1971.
Karena panas yang dihasilkan kedua transistor cukup besar maka jangan lupa memasang pendinginan yang cukup.
Setelah booster selesai dirangkai selanjutnya booster dapat dicoba dan ditala, dengan merangkai exciter, booster, SWR & Power Meter dan Dummy Load seperti Gambar 7. Sebelum catu daya dinyalakan, semua trimmer pada booster diputar pada posisi tengah. Pastikan catu daya yang dipakai dapat memberikan arus lebih dari 3 Ampere. A
mati power meter. Power meter seharusnya menunjukkan daya beberapa watt. Putar trimmer pada booster dimulai dari bagian input sampai didapatkan daya paling besar. Ulangi beberapa kali. Seharusnya akan didapatkan daya sampai 12W.
Dari pengukuran didapatkan kebutuhan arus adalah 2,2 Ampere dan daya maksimal yang dapat dicapai adalah 12,5 Watt. Daya yang terlalu besar tentu saja akan memperpendek umur transistor tingkat akhir. Untuk itu disarankan untuk menurunkan daya keluaran dengan menurunkan tegangan supply menjadi 12 Volt.

Sabtu, 07 April 2012

Cara Merakit Power dan SWR Meter


power meter dan swr meter pertama ku
power meter dan swr meter 
power meter dan swr meter adalah alat yang paling dibutuh kan untuk merakit pemancar fm dengan baik,diatas adalah gambar power meter dan swr meter ku yang pertama memang saya menggunaka konektor uhf televisi karena harga konektor female maupun konektor male harganya mahal,kelihaan diatas saya menggunakan tempat jangka sewaktu di sd yang sekarang isinya sudah hilang dan saya tidak meletakkan nomer power maupun swr nya karena saya tak tahu.

merakit power meter dan swr meter

alat-alatnya

  • tempat power meter dan swr meter(disini saya menggunakan tempat jangka)
  • konektor male dan female
  • komponen-kemponennya dan alat-alat tangan(solder,timah,dll)
  • pcb(disini saya menggunakan pcb lubang kecil)
  • kabel 3m
  http://yd1chs.files.wordpress.com/2008/12/qrp-vswr-meter-schematic.jpg
skema power meter dan swr meter
siapkan alat-alat tersebut,siapkan pcb nya pasng komponen-komponennya sesuai sekema tersebut,patri komponen-komponen tersebut dengan solder dan timah,lubangi tempat power dan swr meter sesuai keinginan anda,sambungkan pcb dengan barang yang ber sangkutan(vu meter,konektor),jadilah power meter dan swr meter anda.

Booster Pemancar FM 100 Watt & Booster HT (Handy Talky) 50 Watt

BOOSTER PEMANCAR FM 100 WATT
Saya melakukan beberapa perubahan seperti pada bagian buffer 2SC2053 hanya mengganti resistor untuk tegangan bias. Bagian final 2SC2053 diganti dengan 2SC1971. Dengan perubahan ini output RF yang dihasilkan sekitar 3 watt.
LayoutPCB100w-FM
Sedangkan RF Power Amplifier 2SC1971 diganti menggunakan 2SC1946A dan 2SC2782. Dengan RF PA ini daya output yang dihasilkan bisa mencapai 100 lebih watt pada tegangan 15 volt DC. Total arus terukur pada struktur rangkaian pemancar ini sebesar 14 amper DC.
Terlihat disini bahwa bagian PA board (2SC1946A & 2SC2782) pernah terbakar pada bagian jalur PCB-nya dikarenakan miss-tuned dan saya ganti dengan plat dan kawat tembaga.
PCB PA RF harus menggunakan bahan dari fiber 2 sisi (double layer) dan setiap titik/lubang pada jalur dimaksudkan untuk menghubungkan sisi atas dan bawah. Gunakan kawat tembaga yang kurang dari 1mm dan di-solder atas dan bawah, lihat gambar PCB dan layout penataan komponen pada gambar di bawah.

Daftar Komponen:
* R1, R2 —– 1 ohm/ 1/2 watt, karbon
* R3 —– 15 ohm/ 1/4 watt
* C1, C2, C12 —– 10nf, keramik
* C4 —– 22pf, 15pf keramik diparalel kapasitor variable 25pf
* C5 —– 60pf, kapasitor variable (plastik)
* C6 —– 1nf, keramik
* C7 —– 34pf, 22pf, 15pf keramik diparalel
* C8 —– 15pf, keramik
* C9, C10 —– 15pf, silver mika 250v
* C11 —– 120pf, kapasitor variable
* L1, L3 —– Tembaga 1 mm, diameter 5 mm, 3 lilit
* L2 —– Tembaga 1.2 mm, diameter 5 mm, 3 lilit
* L4, L5 —– Tembaga 1 mm, diameter 5 mm, 6 lilit
* FB1, FB2,FB3 —– 2 Ferrite bit diseri
* FB4, FB5 —– 1 Ferrite beat (6 lubang), dililit tembaga 1 mm sebanyak 2 lilit
Lihat: PCB dan penataan komponen
Catatan:
* C11 di-adjust hingga arus (amper meter) menunjukan pembacaan yang minimal, misal pada tegangan 15VDC arus terukur kira-kira 14 Amper DC.
* C9 dan C10 sebagai low pass filter perlu disesuaikan. Sebab ini juga mempengaruhi arus yang terpakai, biasanya bila belum tepat arus terukur tinggi sekali hingga 20 amper lebih dan RF output kurang dari 40 watt, hal ini perlu diperhatikan dan jangan biarkan terlalu lama sebab akan mempangruhi kondisi transistor. Tuning yang tepat akan menunjukkan arus terukur semakin rendah.
* Diperlukan pendingin tiup yang cukup baik, sebab bila temperatur naik akan mempengaruhi efisiensi beberapa komponen seperti kapasitor keramik
* Ukuran PCB 8 x 16 cm, layout bisa dicetak dengan menyesuaikan ukuran yang sebenarnya.
* Sebaiknya diawali dengan menggunakan tegangan 12VDC dan kondisi power supply yang digunakan harus benar-benar stabil.
Sumber : http://www.oocities.org/inoor_9000/pages/Galeri2.html#ixzz11kkfiaWw
BOOSTER PESAWAT HT (HANDY TALKY) 50 WATT
Sumber : http://wimielcom.wordpress.com/2011/03/24/