KUMPULAN EBOOK GRATIS

cobaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Saintek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saintek. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2012

Presiden SBY Dukung Mobil Listrik Nasional



Dahlan Iskan Kunjungi Pabrik Mobil Listrik Ravi Desai (Ravi Desai)

VIVAnews - Diskusi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Yogyakarta kemarin membawa angin optimisme pada realisasi mobil listrik. Pada agenda Jumat, 25 Mei 2012, Kementrian Pendidikan Nasional memberikan presentasinya. Berjumpa dengan "Empat Putra Petir" juga sudah masuk dalam jadwal kunjungan Presiden SBY ke Yogyakarta.
Salah satu Putra Petir, Dasep Ahmadi menjelaskan Presiden SBY mendapat masukan mengenai pengembangan peta industri mobil listrik. 
Putra Petir, Ravi Desai mengatakan bahwa respon yang diraih terhadap mobil listrik sudah menuju pada realisasi. "Presiden sangat positif dan kasih green signal untuk go ahead dengan mobil listrik nasional," tulis Ravi kepadaVIVAnews.
Ravi pun memuji kecerdasan Presiden SBY dalam memahami mobil listrik. Pria yang bergerak di industri energi terbarukan ini yakin mobil listrik pasti maju.
"Kita bisa punya industri karya kita sendiri," kata Ravi yang sempat menyerahkan pengontrol mobil listrik kepada Presiden SBY ini. 
Menurut Dasep, pengembangan industri mobil listrik nasional harus berjalan paralel. Dukungan pemerintah harus berjalan seiring pengembangan teknis. Pionir mobil listrik ini berharap secepatnya bisa membawa mobil listrik ke jalan. 
Penyediaan pos pengisian baterai belum mendapat pembahasan lebih detail. Dasep menilai pengembangan ini dapat berjalan dengan dukungan  instansi-instansi pemerintah. 
Dasep dan Ravi kini sedang dalam tahap penyelesaian mobil listrik. Menurut alumnus ITB ini, ada beberapa komponen yang diimpor, seperti motor listrik, inverter, dan baterai. Tapi, ada juga yang produksi lokal seperti chasis dan aksesoris. 
Kedua Putra Petir ini sama-sama mengembangkan city car. Dasep berencana membuat mobil yang berkapasitas 4 penumpang. Mobil listrik buatan pria yang terpilih menjadi Ketua KALAM Salman ITB pada 2011 ini bisa mencapai lebih dari 100 km/ jam. Sementara daya tahan baterai disiapkan untuk 140 km/jam. Tapi, Anda bisa menambahkan daya hingga tahan lebih lama dengan menyesuaikan kapasitas baterai. 
Menteri BUMN Dahlan Iskan telah menggawangi proyek ini sejak awal. Pekan ini pabrik mobil listrik sudah disambangi Dahlan untuk melakukan pengecekan. 
"Beliau selalu optimis bahwa program ini bisa direalisasikan. Beliau juga  sangat concerndengan alternatif bahan bakar," ujar Dasep. 
Mobil listrik membawa isu lingkungan. Mobil  ramah lingkungan ini berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon. 
Dasep juga menyebutkan pengembangan mobil listrik mendapat dorongan dari komunitas. Ikatan Alumni ITB dan KALAM Salman ITB menyambut kreasi Dasep dengan dukungan penuh. (umi)

Apa yang Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar?


Bagaimana jika Bumi berhenti berputar? 
Bumi tidak ajeg, terus berputar pada sumbunya mengelilingi Matahari. Rotasi mengontrol aktivitas manusia, mengikuti gelap dan terang, membagi kehangatan Matahari ke seluruh belahan dunia. 


Perputaran Bumi juga menentukan medan magnetik, pola cuaca dan sirkulasi di lautan. Lalu apa yang terjadi jika Bumi berhenti berputar?

"Yang terjadi adalah kekacauan total, semuanya berantakan," kata Louis Bloomfield, fisikawan dari University of Virginia seperti dimuat situs sains Life's Little Mysteries.. Sebagian besar manusia akan tenggelam, mati lemas, tewas terpanggang atau beku. 


Kabar baiknya: itu tak berarti kiamat. Sebagian manusia yang kebetulan tinggal di empat bagian kecil Bumi akan selamat, bahkan berevolusi dengan cepat sebagai respon dari perubahan lingkungan yang dramatis. 

Hebatnya lagi, Bumi akan berubah bentuk jika berhenti berputar pada sumbunya. Rotasi Bumi membuat bagian tengah planet ini menonjol, sekitar 26 mil di sekitar katulistiwa daripada jarak antar kutub. 

Jika berhenti berputar, bagian Bumi yang padat tak lantas berpendar. Yang paling terpengaruh adalah bagian lautan. "Lautan akan bergeser dari katulistiwa ke arah kutub, meninggalkan tulang kering permukaan bumi di dekat khatulistiwa. Sementara  wilayah kutub akan tenggelam," kata Bloomfield.

Demikian pula dengan atmosfer, menebal di wilayah kutub dan menipis di katulistiwa. Hanya mahluk hidup di pertengahan garis lintang mendapatkan tekanan atmosfer yang tepat untuk tetap hidup. 

Lebih jauh lagi, nyala matahari abadi akan menyinari sebagian Bumi. Akibatnya, tanaman mati, tanah merekah kekeringan. Sementara, belahan bumi yang lain akan tenggelam dalam kegelapan yang dingin, tanah menyerupai tundra beku. "Saat itu manusia harus bisa pindah ke wilayah transisi," kata Rhett Allain, fisikawan dari University of Southeastern Louisiana. 

Gerak manusia akan terbatas pada "pita tipis" di wilayah transisi panas-dingin, di mana Matahari selalu akan muncul tepat di atas atau di bawah cakrawala. 

Di sana, temperatur relatif  moderat, namun pola cuaca dan iklim saat Bumi berhenti berputar, bahkan tak bisa ditebak oleh para ilmuwan masa kini. 

Dari seluruh wilayah Bumi hanya ada empat bidang tanah kecil yang memiliki tekanan atmosfer tepat juga suhu yang cocok bagi manusia. Dua di belahan Bumi utara dan dua di belahan Selatan. 

Akhirnya, hanya ada empat 'suku' manusia yang selamanya dipisahkan oleh kondisi ekstrem di antara mereka. Perbedaan lingkungan antara empat tempat itu akan mempengaruhi evolusi mahluk di sana, sesuai dengan kondisi lingkungannya. 

Dan ini kabar buruknya: Bumi sejatinya akan berhenti berotasi. Meski mungkin tak bakal terjadi dalam waktu dekat. Saat Bulan "terkunci" tak berputar lagi, tak ada pasang-surut di Bumi. Lalu, beberapa miliar tahun lagi, giliran kita mengunci Matahari. (ren)
Source : VIVAnews